Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah surakarta



Download 393.81 Kb.
Page1/3
Date29.03.2017
Size393.81 Kb.
#15415
  1   2   3
AN ANALYSIS OF THE NEW ELEMENTARY MATHEMATICS TEACHER EDUCATION CURRICULUM IN TURKEY
Disusun Guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Penelitian Pendidikan Matematika

Prof. Dr. Sutama, M.Pd.





Disusun Oleh :

ANNISA IKA CAHYANI

A 410 080 169


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, Puji syukur kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan karunia–Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan review dengan judul ”An Analysis of the New Elementary Mathematics Teacher Education Curriculum in Turkey

Review jurnal ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Matematika. Selama mereview jurnal ini, penulis tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis ucapkan terimakasih kepada:


  1. Bapak Prof.Dr.Sutama,M.Pd selaku dosen mata kuliah Penelitian Pendidikan Matematika yang telah memberikan pemikiran, pengarahan, dan bimbingan sehingga memperlancar dalam penyelesaian review jurnal ini.

  2. Orang tua yang selalu memberi motovasi.

  3. Teman-teman VI D yang selalu memberi motivasi.

Penulis menyadari bahwa review jurnal ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan kesempurnaan hasil yang telah didapat.

Harapan penulis semoga review jurnal ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.



Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Surakarta, 26 April 2011
Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii


BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah 1

  2. Rumusan Masalah 3

  3. Tujuan Review 4

  4. Manfaat Review 4

BAB II KAJIAN TEORI



    1. Pengertian Pendidikan 5

    2. Fungsi dan Tujuan Pendidikan 5

    3. Pengertian Kurikulum 6

    4. Pengertian Guru 6

BAB III ISI



  1. Gambaran sistem pendidikan guru di Negara-negara berkembang. 7

  2. Karakteristik guru Matematika sebelum kurikulum direvisi……… 8

  3. Kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui………… 9

  4. Karakteristik guru matematika setelah kurukulum direvisi……………………………………………………… 13

BAB IV PEMBAHASAN

  1. Gambaran sistem pendidikan guru di Negara-negara berkembang ... 15

  2. Karakteristik guru Matematika sebelum kurikulum direvisi……… 17

  3. Kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui………… 20

  4. Karakteristik guru matematika setelah kurukulum direvisi……………………………………………………… 26

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI ,DAN SARAN



  1. Kesimpulan 30

  2. Implikasi 32

  3. Saran 33

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN


  1. LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan investment yang paling utama bagi setiap bangsa yang sedang berkembang dan giat membangun negaranya. Jalan pendidikan itu sendiri adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sendiri sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang bersifat terbuka serta pendekatan kreatif tanpa kehilangan identitas diri.

Untuk mewujudkan pembangunan dibidang pendidikakn diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan satu sistem pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan masyarakat serta kebutuhan pembangunan. Apalagi situasi dewasa ini dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mencapai taraf yang tinggi dimna pada saat ini dikuasai oleh negara-negara maju dan industry. Secara tidak langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan timbulnya problem-problem baru dalam masyarakat yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan, kemampuan dan keterangan baru yang dikembangkan dalam pendidikan. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan adanya para pendidik yang berkualitas yang didukung adanya kurukulum pendidikan yang sesuai.

Pembangunan kurikulum Matematika menjadi sangat penting untuk dilakukan oleh guru-guru sebagai tugas di lapangan. Untuk itu guru-guru harus pandai menguasai Matematika yang mampu mendukung peningkatan kemampuan berfikir kritis, logis, cermat dan disiplin serta menghargai kegunaan Matematika. Dengan semakin berat tugas guru, sering kita dengar keluhan dari guru dalam penguasaan materi ajar. Maka guru sebaiknya memahami dan menguasi materi ajar agar siswa dapat memahami apa yang di ajarkan oleh guru tersebut.

Pendidikan di era reformasi menghadapi dua tuntutan. Pertama adalah tutuntan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang rendah dan belum relevan dengan perkembangan masyarakat. Kedua, problema dalam meningkatkan kualitas manusia manusia sebagai sumber daya yang berkualitas dan professional. Posisi guru merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Bidang pengajaran juga merupakan salah satu bagian yang integral dari system pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawab guru.

Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-legih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasi diri. Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya, semkin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain, potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengna citra para guru di tengah-tengah masyarakat. Sejak dulu, dan mudah-mudahan sampai sekarang, guru menjadi panutan masyarakat. Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruang-ruang kelas, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Maka, Guru hendaknya menjadi pendidik yang dapat dijadikan tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannnya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu. Seperti, bertanggung jawab, berwibawa, mandiri, dan disiplin. Tanggung jawab seorang guru tercermin dari sikap mengetahui dan memahami nilai, norma, dan social, serta berusaha berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru harus mempunyai wibawa. Hal ini dapat dilihat dari kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, social, dan intelektual pribadinya, serta memiliki kelebihan dalam pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Ketika mengambil suatu keputusan guru harus
mandiri (indefendent), terutama yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

Guru juga harus disiplin. Dalam arti mereka harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran professional, karena mereka bertugas untuk mendisiplinkan para peserta didik, terutama dalam pembelajaran. Peranan guru sebagai pendidik dapat dilaksanakan apabila guru memenuhi persyaratan kepribadian. Guru akan mampu mendidik apabila dia mempunyai kestabilan emosi, memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memajukan peserta didik, bersikap realistis, jujur, terbuka, dan peka terhadap perkembangan, terutama terhadap inovasi pendidikan. Guru sebagai pendidik harus mempunyai kepribadian yang baik. Seperti berperilaku yang terpuji, memiliki kestabilan emosional dan spiritual. Dengan kata lain, pendidik harus berakhlak yang mulia dalam memberikan contoh kepada peserta didiknya.

Untuk menunjang itu semua perlu adanya kualifikasi akademik yaitu ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh guru sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Karena ketika seorang guru sudah mempunyai kualifikasi dalam akademik, hendaknya guru memiliki kompetensi, kemudian kualifikasi dan kompetensi tersebut diukur atau dinilai dari sertifikasi yang dilakukan oleh pemerintah. Proses yang telah dilalui oleh guru dan dosen tersebut akan menghasilkan tenaga yang professional.

Dengan berpijak pada beberapa persoalan yang ada, maka hal itulah yang mendorong penulis untuk melakukan review tentang kurikulum pendidikan dan karakteristik guru matematika meliputi peran dan tanggungjawab sebagai guru matematika.



  1. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana gambaran sistem pendidikan guru di negara-negara yang sedang berkembang?

  2. Bagaimana karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui?

  3. Bagaimana kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui?

  4. Bagaimana karakteristik guru matematika setelah kurukulum revisi/diperbaharui?


  1. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum



  1. Menggambarkan sistem pendidikan guru.

  2. Mengetahui karakteristik guru sebelum kurikulum direvisi/diperbaharui.

  3. Mengetahui kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui.

  4. Mengetahui karakteristik guru setelah kurikulum direvisi/diperbaharui.

Tujuan Khusus

  1. Menggambarkan sistem pendidikan guru di negara-negara yang sedang berkembang.

  2. Mengetahui karakteristik guru matematika sebelum kurikulum direvisi/diperbaharui.

  3. Mengetahui kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui.

  4. Mengetahui karakteristik guru matematika setelah kurukulum direvisi/diperbaharui.




  1. Manfaat Penelitian

        1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis review ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika terutama pada prngetahuan tentang kurikulum yang baik dan karakteristik dari guru matematika.

        1. Manfaat Praktis

  1. Sebagai masukan bagi guru dan sekolah untuk menerapkan kurikulum yang baik.

  2. Sebagai masukan bagi guru untuk menerapkan karakteristik guru yang sesuai dengan peran dan tanggungjawab dalam mengajar.

  3. Sebagai bahan pengetahuan bagi teman-teman yang belum mengetahui kurikulum yang baik dan peran guru matematika serta tanggungjawab sebagai guru matematika.



BAB II

KAJIAN TEORI



  1. Pengertian pendidikan

“Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan / atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang” (pasal 1 ayat (1) UU No. 2 Tahun 1989)

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara”. (pasal 1 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2003).


  1. Fungsi dan tujuan pendidikan

Menurut Pasal 3 UU No. 2 Tahun 1989 “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional”
Pasal 3 UU No. 20 tahun 2003, tertulis : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”

Pasal 4 UU No. 2 Tahun 1989 “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”

Menurut UU No. 2 Tahun 1989 sasaran fungsi pendidikan nasional lebih luas, yaitu : “terwujudnya tujuan nasional”.

Sedangkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 sasarannya lebih menjurus yaitu “dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”, melalui berkembangnya kemampuan dan terbentuknya karakter serta peradaban banga.




  1. Pengertian kurikulum

Pengertian kurikulum 1975 Surat Keputusan Menteri P dan K No : 008 c/v(1975), kurukulum diartikan : “ Sebagai sejumlah pengalaman belajar yang diberikan di bawah tanggung jawab sekolah dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu .“

Menurur Soedijarto “ Kurikulum adalah segala pengalaman dan kegiatan yang direncanakan dan diorganisir aleh para siswa atau mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan bagi suatu lembaga pendidikan ( H. Soetopo, N.Soemanto, 1986:13 ) .“

“Kurikulum berurusan dengan apa yang harus diajarkan kepada siapa, kapan, dan bagaimana (Eisner dan Vallance 1974:2).”


  1. Pengertian guru

Di Indonesia guru dan dosen termasuk dalam kelompok pendidik berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pada Bab I tentang Ketentuan Umum, yang berbunyi : “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”

Kemudian dalam Undang-Undang Guru dan Dosen pada Bab I pasal 1 ayat 1 dan 2, telah dijelaskan bahwa: “ Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.



“ Dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.”

BAB III

ISI



  1. Gambaran sistem pendidikan guru di negara-negara yang sedang berkembang

Turki merupakan salah satu negara yang sedang berkembang,yaitu sejak dari dasar Republik Turki pada tahun 1923, Turki bertujuan untuk meningkatkan standarnya di arena ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan dengan negara-negara maju melalui berbagai upaya reformasi. Reformasi di bidang pendidikan termasuk di antara perubahan yang paling penting di tahun 1920. Pada tahun 1924, sistem pendidikan di Turki terpusat dan semua lembaga pendidikan yang diletakkan di bawah kendali Departemen Pendidikan Nasional (MNE). Mengubah sistem pendidikan guru negara itu merupakan fokus reformasi. Sebelum tahun 1980, guru-guru lulus dari berbagai lembaga dengan beragam pengalaman, namun pada tahun 1981, semua lembaga pendidikan guru berada di bawah kewenangan HEC . Untuk sistem yang terintegrasi dilakukan dengan pelatihan guru. Kemudian, pada tahun 1989 Dewan mengamanatkan bahwa calon guru harus melakukan pendidikan di perguruan tinggi selama empat tahun untuk memenuhi persyaratan mendapatkan sertifikat mengajar (Binbasioglu, 1995).

Gelombang reformasi dalam pendidikan guru Turki cukup kuat di akhir 1990-an. Pada tahun 1998, dengan dukungan dari Bank Dunia, guru HEC direstrukturisasi dengan program pendidikan untuk meningkatkan kualitas, ini merupakan bagian dari proyek empat tahun yang melibatkan perubahan di semua primer dan sekunder program pendidikan guru di perguruan tinggi. Sebelum perubahan tahun 1998, ada 26 departemen atau divisi pendidikan matematika yang memberikan lisensi untuk mengajar matematika sekunder. Sebagai hasil dari perubahan ini, program yang ada ditutup dan diganti dengan 28 dasar dan 12 sekolah tinggi guru matematika program pendidikan. Sebagai bagian dari perubahan kurikulum pendidikan guru, termasuk kurikulum pendidikan guru matematika secara substansial perlu direvisi. Kurikulum itu diberlakukan mulai dari musim gugur semester Tahun 1998.



  1. Karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui

Selama delapan tahun dari 1998-2006, dalam berbagai akademik dan publik platform, termasuk simposium, panel, lokakarya dan konferensi, kualifikasi dari
preservice guru di kurikulum sebelumnya dipertanyakan. Ada konsensus tentang kekurangan yang meliputi pengetahuan materi pelajaran, konten pedagogis pengetahuan, dan keterampilan para guru preservice dalam menghadapi tuntutan masyarakat dan teknologi saat ini. Ini disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan guru ikut bertanggung jawab atas masalah dalam pendidikan guru matematika. Dalam rangka untuk mencari
solusi untuk masalah yang ada, HEC berkolaborasi dengan fakultas dan dekan dari perguruan tinggi dan memutuskan untuk merevisi kurikulum yang ada. Lulusan SMA memperoleh program pendidikan guru melalui ujian masuk universitas. Beberapa fokus sekolah tinggi di akhir pendidikan adalah mereka mengikuti sekolah tinggi dengan kurikulum nasional tetapi menawarkan program pendidikan profesional, misalnya, pengantar pendidikn dan psikologi pendidikan. Calon guru matematika juga diperlukan untuk mengambil berbagai kuliah pedagogi. Calon guru matematika SD juga terlibat dalam pengalaman lapangan sebagai bagian dari pendidikan mereka. Siswa mengambil 146 SKS untuk lulus dari program ini. Matematika dan fisika biasanya diajarkan dalam cara yang sangat tradisional melalui ceramah. Pada umumnya ada dua ujian tengah semester dan satu ujian akhir untuk menilai kinerja siswa kuliah. Metode pengajaran kuliah matematika diharapkan diajarkan di non-tradisional, dengan format teori dan praktek dicampur untuk membantu calon guru memahami aplikasi teori dan mendapatkan pengalaman melalui berbagai kegiatan. Kuliah pedagogi diajarkan dalam berbagai cara. Sedangkan kuliah umum, mahasiswa melakukan presentasi, presentasi video, kelompok kecil kerja, diskusi kelompok besar dan non-metode tradisional yang digunakan untuk menyampaikan materi pedagogi. Program pendidikan seluruh guru mengambil empat tahun, setara dengan gelar sarjana reguler. Sertifikat yang diberikan oleh universitas adalah permanen dan berlaku di seluruh negara. Guru diwajibkan untuk lulus Staf Pemerintah Seleksi Ujian (KPSS) untuk bekerja di sekolah umum. Hanya 2% dari semua sekolah SD (757 sekolah dari 34656) dioperasikan oleh organisasi swasta dan merekrut guru berdasarkan kriteria mereka sendiri.


  1. Kebutuhan kurikulum perlu direvisi/diperbaharui

Ada empat motivasi utama bagi revisi kurikulum pendidikan guru.

  1. Persiapan untuk mengintegrasikan dengan Eropa Union

Secara umum Turki, bisa memperoleh manfaat dalam banyak hal dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Secara khusus, Turki berharap dapat menjadi lebih terintegrasi, lebih makmur, lebih otonom, dan lebih demokratis sebagai seorang anggota Uni Eropa. Selain reorganisasi di bidang politik, ekonomi dan sosial, pendidikan dianggap sebagai komponen penting dari integrasi proses dengan Uni Eropa. Turki yang lama berdiri ingin menjadi anggota Uni Eropa sehingga guru termotivasi dan pengembang kurikulum untuk merevisi program pendidikan guru dan memperbaiki tingkat standar pengajaran.


  1. Perubahan dalam Kurikulum Matematika Sekolah Dasar

Pada tahun 2003, Departemen Pendidikan Nasional Turki diselenggarakan tim pengembangan kurikulum untuk merevisi kurikulum matematika sekolah dasar yang ada. Kurikulum baru ini dirancang sebagai bagian dari inisiatif reformasi kurikulum yang lebih besar-besaran yang termasuk lima bidang yaitu: matematika, ilmu pengetahuan, ilmu sosial, ilmu hidup dan bahasa Turki. Salah satu tujuan utama dari reformasi kurikulum adalah untuk mempromosikan pengajaran dan pembelajaran lingkungan di mana siswa bisa berbagi ide mereka dan secara aktif berpartisipasi. Kurikulum baru ditempatkan suatu penekanan yang berat pada pengembangan kognitif anak-anak, emosi, sikap, minat, kepercayaan diri, keyakinan, kecemasan, pengaturan-diri, pengembangan psikomotorik dan sosial keterampilan. Selain itu, kurikulum dipromosikan mahasiswa melalui diskusi, penyelidikan, dan rasa ingin tahu tentang apa yang sedang terjadi di dalam keluarga mereka, sekolah, dan masyarakat. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, guru didorong untuk mengatur siswa berpusat di lingkungan kelas. Selain itu, adalah dalam tujuan kurikulum untuk mendorong siswa untuk bekerja sama, untuk berkomunikasi secara efektif tentang ide-ide mereka dan untuk mencerminkan pembelajaran mereka. Kurikulum mendorong guru untuk mempertimbangkan unsur-unsur kontekstual luar, seperti gaya hidup dan faktor-faktor geografis, sambil merancang tugas kelas. Guru diharapkan untuk menunjukkan varietas keterampilan dan karakteristik agar dapat secara efektif menerapkan kurikulum sekolah baru di SD. Mereka harus percaya bahwa semua siswa dapat belajar matematika. Karakteristik tertentu sangat penting dalam mempromosikan ekuitas dalam pembelajaran matematika. Guru menghormati dan mengikuti semua aspek hak asasi manusia dan nilai-nilai etika matematika dalam ruang kelas. Guru juga diharapkan untuk bekerja ke arah membantu siswa mengembangkan sikap positif tentang matematika. Selain itu, guru perlu membimbing dan memotivasi siswa dalam belajar matematika. Mereka juga harus memotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan, terlibat dalam kondisi kritis, negara berpikir dan ide dukungan, dan menanyakan tentang materi pelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus mengenal murid mereka, orang tua, dan masyarakat di mana mereka tinggal. Selain itu, secara eksplisit dinyatakan dalam kurikulum baru bahwa guru matematika harus menikmati mengajar matematika. Pengajaran tanggung jawab guru sekolah dasar matematika. Selain itu, di beberapa sekolah guru matematika ditugaskan kelas advisees. Seperti semua guru lainnya, guru matematika juga bertanggung jawab untuk mengatur dan memimpin kegiatan sosial seperti kegiatan olahraga, upacara nasional, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kurikulum menyatakan bahwa guru harus mengembangkan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mempromosikan pemahaman matematis, secara teratur memonitor dan evaluasi belajar siswa, secara efektif mengelola waktu pembelajaran, dan mendorong siswa untuk mengevaluasi mereka sendiri dan kemajuan rekan-rekan mereka. Guru juga diharapkan dapat menggunakan hasil penilaian dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Selanjutnya, guru matematika harus berkolaborasi dengan orang tua, personil sekolah lainnya, dan masyarakat luar meningkatkan kualitas sekolah. Mengingat di atas harapan untuk para guru, sudah pasti penting bahwa guru mengembangkan kepercayaan diri dan peraturan keterampilan. Akhirnya, mereka perlu untuk terus meningkatkan pengetahuan profesional dan pengalaman melalui berbagai aktivitas, termasuk mengikuti penelitian ilmiah literatur dan melakukan skala kecil proyek penelitian.

  1. Kebutuhan untuk lebih baik kualifikasi guru

Salah satu faktor kunci dalam meningkatkan dan instruksi pemahaman siswa dalam kelas matematika adalah peran guru . Pengajaran matematika secara efektif adalah suatu usaha yang kompleks, dan tidak ada resep mudah untuk sukses. Efektif guru harus mengetahui dan memahami mengajar matematika, dan mereka fleksibel harus menarik bahwa pengetahuan. Sementara menantang dan mendukung siswa, guru perlu mengetahui kesenjangan antara apa yang siswa mereka tahu dan apa yang mereka butuhkan untuk belajar. NCTM (1991) menekankan bahwa " guru harus membantu setiap siswa mengembangkan konseptual dan prosedural pemahaman angka, operasi, geometri, pengukuran, statistik, probabilitas, fungsi, dan aljabar dan hubungan di antara ide-ide ". Dengan demikian, dalam rangka untuk mengembangkan konseptual dan prosedural pemahaman siswa, guru harus memahami isi pada kedua tingkat ini. Guru Matematika tidak hanya perlu memiliki isi cukup pengetahuan tentang matematika, tetapi juga konten pedagogis pengetahuan. Guru perlu tahu mengapa laporan matematika adalah benar, bagaimana untuk mewakili ide-ide matematika dalam berbagai cara, apa yang merupakan definisi yang tepat dari suatu istilah atau konsep, dan metode untuk menilai dan mengevaluasi metode matematika, representasi, atau solusi . Pokok pengetahuan dan isi pengetahuan pedagogik sangat penting dalam pengajaran matematika yang efektif dan di persiapan guru matematika. Tirosh (2000) menyatakan bahwa tujuan utama dalam guru program pendidikan harus untuk berkontribusi pada pengembangan pengetahuan preservice guru dari umum cara anak-anak berpikir tentang sekolah matematika topik. Pengalaman yang diperoleh dalam program pengajaran adalah utama, tetapi bukan satu-satunya, sumber pengetahuan guru konsepsi umum siswa dan kesalahpahaman. guru Preservice 'pengalaman sendiri sebagai pembelajar, bersama dengan keakraban mereka dengan yang relevan penelitian perkembangan dan kognitif, dapat digunakan dalam program pendidikan guru untuk meningkatkan mereka pengetahuan umum cara berpikir di antara anak-anak. Singkatnya, matematika isi dan isi pengetahuan pedagogi merupakan faktor penting dalam efektivitas guru matematika. Kurikulum sekolah baru mengharuskan para guru untuk memperluas pengetahuan teoretis mereka dan siswa berpusat pengalaman mengajar. HEC bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas program studi di guru kurikulum pendidikan untuk membantu preservice guru meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan untuk mengajarkan matematika SD. Turki, dalam program pendidikan guru mengalami beberapa tantangan dalam mencapai tujuan-tujuan,
termasuk sejumlah anggota fakultas khusus dalam pendidikan guru, universitas tidak memadai kemitraan sekolah, kurangnya lapangan cukup dan siswa pengalaman mengajar, dan masalah dengan kuantitas dan kualitas kursus metode pengajaran.


  1. Masalah dengan sebelumnya kurikulum

Masalah utama dan bagaimana mereka mengatasi dalam kurikulum direvisi. Ini
masalah masuk ke dalam dua kategori utama: (a) isi dan pedagogi dan (b) kebijakan. Pada kurikulum sebelumnya, ada 27 isi dan pedagogi kursus, termasuk matematika, ilmu pengetahuan dan metode pengajaran program .Calon guru matematika dasar juga diwajibkan untuk mengambil 9 program konten luar
mereka utama daerah, seperti biologi, fisika, dan kimia, dalam rangka membangun interdisipliner hubungan antara ilmu pengetahuan dan matematika. Siswa juga diharapkan untuk mencapai tingkat yang sama kemahiran dalam ilmu sebagai ilmu pengetahuan yang diperlukan guru. Ketidakseimbangan antara jumlah ilmu pengetahuan dan kursus matematika menjadi salah satu perhatian utama pendidik guru dan spesialis lain karena revisi kurikulum pendidikan. Keprihatinan lain tentang isi guru kurikulum pendidikan adalah jumlah terbatas kursus pendidikan umum. Dalam program sebelumnya studi, ada sepuluh program dirancang untuk umum pendidikan guru preservice, termasuk sejarah, Bahasa Turki, bahasa asing, dan prinsip-prinsip dari Kemal Ataturk, pendiri republik . Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan guru kandidat kesadaran sosial, budaya, dan sejarah isu (HEC, 2006). Dengan demikian, pada akhir kursus ini, guru preservice harus memiliki pengalaman yang sesuai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang konten dan pedagogi matematika. Permasalahan lain yang berkaitan persiapan guru adalah penekanan terbatas pada perencanaan instruksional dan penilaian. Sebelumnya, hanya ada satu program yang meliputi perencanaan dan penilaian, namun menangani semua tujuan tentu saja dalam satu semester sulit. Akhirnya, guru calon tidak diberikan cukup pengalaman dalam bekerja dengan siswa dari beragam populasi, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus kebutuhan. Terkait dengan persoalan ini, pendidikan guru kursus tidak dirancang untuk membantu guru preservice mengajarkan materi pelajaran untuk semua siswa.


  1. Karakteristik guru matematika setelah kurukulum revisi/diperbaharui

Kurikulum adalah penekanan diberikan kepada umum melalui kursus pendidikan. Kurikulum pengembang diharapkan masa depan guru matematika untuk mempelajari lebih lanjut tentang budaya Turki, sejarah pendidikan Turki sistem, filsafat ilmu, dan sejarah dan filsafat matematika. Guru dengan cukup latar belakang dan keterampilan dalam studi umum dan informasi teknologi, pengalaman yang cukup dalam melakukan penelitian, dan multidimensi perspektif mungkin lebih efektif dalam kelas mereka praktek. Dalam kursus tertentu, mereka diharapkan untuk bekerja dengan pemerintah dan non- organisasi pemerintah untuk terlibat dalam berbagai proyek, misalnya, membantu orang dalam kemiskinan, membantu perpustakaan lokal, dan bekerja dengan siswa di pedesaan daerah. Tujuan dari program ini adalah untuk memotivasi calon guru untuk berpartisipasi dalam kesempatan relawan dan meningkatkan rasa empati dan kesadaran sosial. Kurikulum pendidikan membutuhkan guru baru menyelesaikan kursus metode penelitian. Penelitian tentu saja akan memberikan kesempatan belajar bagi preservice guru untuk meningkatkan keterampilan dan penelitian praktek. Ide ini berasal dari Harrison, Dunn, dan Coombe (2006) yang berpendapat bahwa penelitian kelas akan lebih efektif jika di kelas guru aktif praktisi mengajar. Untuk melaksanakan kurikulum baru, guru perlu dilengkapi dengan sesuai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Guru kurikulum pendidikan baru menempatkan cukup tingkat penekanan pada sukses pemanfaatan kurikulum sekolah dasar. Ini termasuk memotivasi siswa untuk mengajukan pertanyaan, menarik siswa dalam berpikir kritis, dan menggunakan matematika penyelidikan dalam praktek matematika di kelas mereka.  Kurikulum pendidikan guru baru juga bersangkutan dengan mengatasi mengatasi kurikulum sebelumnya. Masalah-masalah ini didasarkan pada konten, pedagogi dan isu-isu kebijakan terkait. Dengan meningkatkan jumlah mengajar kursus matematika metode, calon guru diharapkan memiliki pemahaman lebih mendalam tentang matematika dan prosedur dan pengetahuan konten pedagogi. Kurikulum pengembang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru matematika untuk bahwa dari standar internasional, namun untuk merevisi kurikulum tidak cukup untuk mencapai tingkat yang diinginkan. Pelaksanaan program kurikulum baru akan dipantau dan terus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas guru untuk tingkat tertinggi. Pelaksanaan kurikulum akan diawasi oleh Dewan Pendidikan Tinggi Turki melalui umpan balik yang berkesinambungan dari pendidik guru. Lebih lanjut upaya pemantauan dapat dilakukan oleh individu program pendidikan guru untuk mengeksplorasi kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yangdirevisi.


BAB IV

PEMBAHASAN
Pembahasan dari Jurnal Internasional dengan Judul An Analysis of the New Elementary Mathematics Teacher Education Curriculum in Turkey atau Sebuah analisis matematika oleh guru SD tentang Kurikulum baru di Turki, hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang kurikulum yang menjadi dasar mengajar serta kualifikasi yang harus dimiliki guru sebagai pengajar.

Adapun permasalahan yang akan dicari jawabannya dalam review jurnal ini adalah :



  1. Permasalahan I : Bagaimanakah gambaran sistem pendidikan guru di nerara-negara berkembang ?

Dari hasil review dari Jurnal dan dari beberapa buku serta artikel ada beberapa gambaran sistem pendidikan guru yang dapat diambil dan dapat dijadikan acuan serta gambaran agar sistem pendidikan lebih maju lagi. Beberapa gambaran sistem pendidikan guru di nerara-negara berkembang diantaranya :

  1. Dari Jurnal Internasional dengan judulAn Analysis of the New Elementary Mathematics Teacher Education Curriculum in Turkeyyaitu tentang gambaran sistem pendidikan guru di nerara Turki.

Turki merupakan salah satu negara yang sedang berkembang,yaitu sejak dari dasar Republik Turki pada tahun 1923, Turki bertujuan untuk meningkatkan standarnya di arena ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan dengan negara-negara maju melalui berbagai upaya reformasi. Reformasi di bidang pendidikan termasuk di antara perubahan yang paling penting di tahun 1920. Pada tahun 1924, sistem pendidikan di Turki terpusat dan semua lembaga pendidikan yang diletakkan di bawah kendali Departemen Pendidikan Nasional (MNE). Mengubah sistem pendidikan guru negara itu merupakan fokus reformasi. Sebelum tahun 1980, guru-guru lulus dari berbagai lembaga dengan beragam pengalaman, namun pada tahun 1981, semua lembaga pendidikan guru berada di bawah kewenangan HEC . Untuk sistem yang terintegrasi dilakukan dengan pelatihan guru. Kemudian, pada tahun 1989 Dewan mengamanatkan bahwa calon guru harus melakukan pendidikan di perguruan tinggi selama empat tahun untuk memenuhi persyaratan mendapatkan sertifikat mengajar (Binbasioglu, 1995). Gelombang reformasi dalam pendidikan guru Turki cukup kuat di akhir 1990-an. Pada tahun 1998, dengan dukungan dari Bank Dunia, guru HEC direstrukturisasi dengan program pendidikan untuk meningkatkan kualitas, ini merupakan bagian dari proyek empat tahun yang melibatkan perubahan di semua primer dan sekunder program pendidikan guru di perguruan tinggi. Sebelum perubahan tahun 1998, ada 26 departemen atau divisi pendidikan matematika yang memberikan lisensi untuk mengajar matematika sekunder. Sebagai hasil dari perubahan ini, program yang ada ditutup dan diganti dengan 28 dasar dan 12 sekolah tinggi guru matematika program pendidikan. Sebagai bagian dari perubahan kurikulum pendidikan guru, termasuk kurikulum pendidikan guru matematika secara substansial perlu direvisi. Kurikulum itu diberlakukan mulai dari musim gugur semester Tahun 1998.

  1. Dalam buku “ Dari KBK sampai MBS “ karangan J. Drost, SJ tentang gambaran sistem pendidikan di Indonesia yaitu :

Mulai tahun 2004 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) diterapkan di Indonesia. Secara singkat dengan KBK mau ditekankan agar siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah memperoleh kompetensi yang diinginkan. Dengan demikian siswa bukan hanya menghafal, mengingat dan mengerti teori,tetapi sungguh menguasai bidang yang dikuasai.

Namun diberbagai sekolah , terlebih di pelosok yang jauh dari fasilitas dan ahli, banyak guru tidak siap. Mereka mendengar, tetapi belum mengerti. Dalam praktiknya mereka masih bingung bagaimana mengajar dengan model KBK itu. Maka tidak mengherankan bahwa di berbagai tempat, banyak guru yang mengajar dengan cara lama, yang menekankan pada banyaknya isi bahan. Bahkan di beberapa tempat guru meski dengan nama KBK, tetapi mengajar dengan cara lama. Akibatnya siswa malah menjadi makin berat karena harus menekuni dua cara yang berbeda.

Salah satu sebab kualitas pendidikan di Indonesia agak rendah di berbagai tempat adalah karena mutu guru yang memang cukup rendah. Memang di stu sisi kita melihat adanya banyak guru di sekolah-sekolah bermutu di kota besar yang sungguh tinggi dan mereka menjalankan tugas mereka sebagai pendidiksecara profesional. Namun di samping itu di berbagai tempat, terlebih di daerah pelosok, tenaga pendidik ternyatabanyak kualitasnya yang kurang.


  1. Permasalahan II : Bagaimana karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui?

Dari hasil review dari Jurnal dan dari beberapa buku serta artikel ada beberapa karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui dari negara-negara yang sedang berkembang, diantaranya adalah :



  1. Dari Jurnal Internasional dengan judulAn Analysis of the New Elementary Mathematics Teacher Education Curriculum in Turkeyyaitu tentang karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui.

Selama delapan tahun dari 1998-2006, dalam berbagai akademik dan publik platform, termasuk simposium, panel, lokakarya dan konferensi, kualifikasi dari preservice guru di kurikulum sebelumnya dipertanyakan. Ada konsensus tentang kekurangan yang meliputi pengetahuan materi pelajaran, konten pedagogis pengetahuan, dan keterampilan para guru preservice dalam menghadapi tuntutan masyarakat dan teknologi saat ini. Ini disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan guru ikut bertanggung jawab atas masalah dalam pendidikan guru matematika.

Dalam rangka mencari solusi untuk masalah yang ada, HEC berkolaborasi dengan fakultas dan dekan dari perguruan tinggi dan memutuskan untuk merevisi kurikulum yang ada. Lulusan SMA memperoleh program pendidikan guru melalui ujian masuk universitas. Beberapa fokus sekolah tinggi di akhir pendidikan adalah mereka mengikuti sekolah tinggi dengan kurikulum nasional tetapi menawarkan program pendidikan profesional, misalnya, pengantar pendidikn dan psikologi pendidikan. Calon guru matematika juga diperlukan untuk mengambil berbagai kuliah pedagogi. Calon guru matematika SD juga terlibat dalam pengalaman lapangan sebagai bagian dari pendidikan mereka. Matematika dan fisika biasanya diajarkan dalam cara yang sangat tradisional melalui ceramah. Pada umumnya ada dua ujian tengah semester dan satu ujian akhir untuk menilai kinerja siswa kuliah. Metode pengajaran kuliah matematika diharapkan diajarkan di non-tradisional, dengan format teori dan praktek dicampur untuk membantu calon guru memahami aplikasi teori dan mendapatkan pengalaman melalui berbagai kegiatan. Program pendidikan seluruh guru mengambil empat tahun, setara dengan gelar sarjana reguler. Sertifikat yang diberikan oleh universitas adalah permanen dan berlaku di seluruh negara. Guru diwajibkan untuk lulus Staf Pemerintah Seleksi Ujian (KPSS) untuk bekerja di sekolah umum.




  1. Dalam artikel yang berjudul “Analisa Kebijakan Peningkatan Kualitas Pendidikan” terdapat karakteristik guru matematika sebelum kurukulum direvisi/diperbaharui yaitu :

Dunia pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar baik swasta maupun pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai fasilitas layanan dan mutu yang ditawarkan sekolah, Setiap institusi pendidikan akan berusaha memaksimalkan jasa layanan dan meningkatkan mutu kepada masyarakat dengan tujuan untuk memuaskan pelanggan dalam hal ini orang tua dan siswa itu sendiri. Kemajuan zaman dalam era globalisesi seperti sekarang ini, menuntut kesiapan yang lebih matang dalam segala hal terutama bidang yang terkait dengan dunia pendidikan. Bidang pendidikan merupakan salah satu andalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat mengawatirkan, ini terbukti antara lain dengan data UNESCO pada tahun 2000 tentang peringkat Indekpembangunan manusia ( Human Develelopmant Indeks)
yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, penghasilan perkepala yang menunjukan bahwa indek pembangunan Indonesia ( Human Develelopment Indeks) makin menurun.

Permasalah utama pendidikan ada dasarnya adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai baik secara kuantitas dan kualitas maupun kesejahteraannya, (2) prasarana sarana belajar yang belum tersedia atau belum memadai, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif, dan penyebaran sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat, seperti masih terdapatnya kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan perempuan, antar wilayah. Dua permasalahan tersebut diatas menjadi bertambah parah karena tidak didukung dengan komponen-komponen utama pendidikan seperti kurikulum, sumberdaya manusia pendidikan yang berkualitas sarana dan prasarana, pembiayaan. Masalah sarana pendidikan yang dihadapi sekolah, dimana sarana penunjang pendidikan belum sepenuhnya dimiliki oleh sekolah dan belum sepenuhnya berada dalam kondisi yang memadai. Hal ini dapat dilihat dari sarana belajar seperti peralatan olah raga, praktikum serta beberapa sekolah masih belum memiliki lab. bahasa, sehingga kondisi ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar baik pada guru dan siswa serta akan berdampak pada kualitas hasil pembelajaran. Manajemen sarana pendidikan sangat penting agar sarana pendidikan dapat berfungsi dengan baik dimana berkaitan dengan penentuan kebutuhan, proses pengadaan, pemakaian, pencatatan dan pertanggung jawaban. Dalam hal pengadaan sarana pendidikan juga sering terjadi masalah tentang kebutuhan sarana pendidikan tetapi sarana tersebut tidak ada, dimana hal ini akan menghambat proses belajar mengajar serta akan mempengaruhi motivasi guru dalam mengajar sehingga kualitas hasil pembelajaran menjadi tidak optimal. Sistem penyelenggaraan pendidikan, dimana tanpa mengecilkan peran pendidikan lainnya, harus diakui bahwa guru sebagai salah satu komponen pendidikan merupakan faktor utama dalam proses pendidikan. Meskipun fasilitas pendidikannya lengkap dan canggih, namun apabila tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas maka mustahil akan menimbulkan proses belajar mengajar yang maksimal. Oleh karena itu permasalahan tentang mutu pendidikan tidak akan pernah terlepas dari permasalahan kinerja guru sebagai tenaga pendidik.





  1. Download 393.81 Kb.

    Share with your friends:
  1   2   3




The database is protected by copyright ©sckool.org 2022
send message

    Main page