Diskriminasi


Diskriminasi terhadap penyandang cacat



Download 336.1 Kb.
Page5/18
Date11.01.2022
Size336.1 Kb.
#86555
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   18
Diskriminasi dan Kesehatan-2018-10-16T05 45 39.026Z (1)
Diskriminasi terhadap penyandang cacat

Diskriminasi terhadap penyandang cacat lebih didasarkan pada kondisi fisik atau kecacatan yang disandang. Masyarakat selama ini memperlakukan para penyandang cacat secara berbeda lebih didasarkan pada asumsi atau prasangka bahwa dengan kondisi penyandang cacat yang dimiliki, karena dianggap tidak mampu melakukan aktifitas sebagaimana orang lain pada umumnya.

Dalam pandangan secara medis, cacat merupakan kondisi biologis (patologis), yang berarti bahwa kondisi ini merupakan bawaan seseorang dari lahir (bukan disebabkan oleh lingkungan). Dalam hal ini penyandang cacat di nilai sebagai “sakit” dan bergantung pada pelayanan medis. Penyandang cacat dilihat dari segi moral, penyandang cacat  dikaitkan sebagai orang dengan dosa dan kejahatan. Perlakuan diskriminasi semacam ini dapat dilihat secara jelas dalam bidang lapangan pekerjaan. Para penyedia lapangan pekerjaan kebanyakan enggan untuk menerima seorang penyandang cacat sebagai karyawan. Mereka berasumsi bahwa seorang penyandang cacat tidak akan mampu melakukan pekerjaan seefektif seperti karyawan lain yang bukan penyandang cacat. Sehingga bagi para penyedia lapangan kerja, mempekerjakan para penyandang cacat  sama artinya dengan memberikan peluang kepada perusahaan untuk rugi karena harus menyediakan beberapa alat bantu bagi kemudahan para penyandang cacat dalam melakukan aktifitasnya.


  1. Download 336.1 Kb.

    Share with your friends:
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   18




The database is protected by copyright ©sckool.org 2022
send message

    Main page